Pilpres 2019 Menurut Saya Gagal

Seperti yang kita ketahui tahun 2019 ini kita akan menjalani pemilihan umum. Kali ini, tidak hanya partai politik saja yang bertarung, tapi juga memperebutkan kursi kepresidenan. Dua kandidat calon presiden (capres) merupakan kontestan pemilihan presiden tahun 2014. Keduanya bersanding dengan calon wakil presiden (cawapres) yang berbeda dengan tahun 2014.

Artikel kali ini merupakan opini pribadi saya sebagai seorang warga negara Indonesia yang menurut pendapat saya pribadi pemilihan presiden kali ini gagal. Ada dua hal yang mendasari pemikiran saya ini yakni:

  1. Terindikasi dengan adanya pemilihan presiden kali ini, kedua pendukung terkotak-kotak, dan
  2. Para pendukung pasangan calon (paslon) lebih mengedepankan menunjukkan kelemahan dari paslon yang berseberangan dengan yang mereka dukung daripada program dari capres yang mereka dukung.

Kedua hal di atas mungkin dirasa umum, dimana-mana yang namanya pendukung kubu satu tidak mendukung kubu yang lain. Saya pribadi sudah faham juga kalau kampanye negatif barangkali masih bisa ditolelir. Setidaknya bila dibandingkan dengan kampanye hitam.

Yang ingin saya harapkan dari pemilihan presiden kali ini adalah fahamnya rakyat akan program yang akan diusung. Kekurangan program pasti akan ada, karena akan sangat-sangat-sangat sulit untuk membuat kebijakan yang “menyenangkan” semua pihak, baik itu kelas menengah ke bawah maupun kelas atas. Ingat pejabat dan konglomerat juga rakyat lho, mereka subset dari warga negara.

Kalau kita melihat berita yang terpampang di media, ide-ide yang dilontarkan menurut saya (mohon maaf) begitu kering. Setidaknya saya pribadi masih belum memahami apa yang akan dibuat oleh kedua pasangan calon (paslon) bagi Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Ketidaktauan ini mungkin juga tersirat dari obrolan yang disampaikan oleh masing-masing pendukung. Sangat minim pendukung kedua paslon mengemukakan pak Jokowi atau pak Prabowo mau melakukan ini itu, akan berdampak ke ini itu, melakukannya dengan cara ini itu, kajiannya adalah seperti ini dan itu.

Bagi saya masih banyak yang belum tersampaikan.

Saya pribadi menganggap apa yang disampaikan oleh capres dan cawapres adalah program, bukan janji (kecuali jika keduanya mengucapkan dengan kata saya berjanji akan melakukan ini itu). Program ini nantinya bisa saja terrealisasi, bisa saja tidak terrealisasi. Pemaparan program menurut saya sudah cukup untuk menakar siapa yang lebih layak untuk mendapat hati saya sebagai calon pemilih (ingat kata calon). Kalau saya mengibaratkan, saya lapar dan mendapati ada warung padang dan warung tegal (keduanya warung kesukaan saya ya), tinggal menu apa yang tersaji di sana sehingga meyakinkan saya untuk membeli makanan mereka. Sesederhana itu.

Saat ini, mohon maaf bagi kedua calon dan tim pemenangan calon, saya belum mendapatkan hal itu. makanya saya berpendapat pemilu kali ini “gagal”.¬†Masih banyak waktu, setidaknya beberapa minggu ke depan untuk kedua kubu saling membenahi dan mengintrospeksi diri.

Gambar diambil dari: http://medan.tribunnews.com/2018/09/22/hasil-polling-capres-cawapres-2019-di-twitter-mata-najwa-simak-pasangan-sementara-unggul

Agung Toto Wibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *