Mengintip Isi Tas Kakak saat Bersekolah di Aberdeen

Lanjut sharing pengalaman kemarin mengenai bagaimana proses pendaftaran sekolah di Aberdeen Scotlandia, kali ini ijinkan saya dapat menjabarkan bagaimana sekolah di Aberdeen dijalankan. Satu yang saya pilih kali ini adalah isi tas kakak selaku murid di Sunnybank School. Dari mengintip isi tas ini, saya berharap kita dapat juga memiliki bayangan bagaimana sekolah di Scotlandia memenuhi kebutuhan murid-muridnya.

Memang Besar yang Dibawa? Ada berapa?
Selama sekolah di Sunnybank School, dari awal hingga saat ini kakak selalu membawa dua buah tas. Tas pertama berupa tas punggung, yang bisa diisi dengan perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, sedangkan tas kedua adalah tas komunikasi antara sekolah dengan pihak keluarga. Kami menyebut tas yang kedua ini sebagai book bag.

Mengenai dimensi, ukuran tas punggung kakak mungkin sama seperti tas-tas yang dipakai anak-anak sekolah di Indonesia. Bahkan tas yang dipakai kali ini pun juga tas yang dibeli sebelum menginjakkan kaki di Aberdeen. Dimensi book bag kurang lebih dari panjang dan lebar mirip tas laptop orang dewasa. Bedanya adalah tas ini tipis, bebahan kain setebal celana jeans, dan tidak berlapis-lapis. Dengan isinya mungkin berat tas ini berkisar 200gr(2 ons – bukan ounce).

Waduh, sok artis banget sih harus diintip isi tasnya? Emang apa yang istimewa?
Tara… istimewa banget dong… Tas punggung kakak isinya ‘buanyak buanget’ (boong). Coba deh tengoh gambar di bawah ini. 😀 yah. Itu gambaran isi yang kami sediakan untuk keperluan pribadi kakak untuk hari Senin-Kamis. Hanya satu botol berisi air putih, dilengkapi dengan satu kotak kecil cemilan yang digunakan saat kakak snack time. Sedangkan untuk hari Jumat, tas sedikit bertambah berat dengan karena siswa diperkenankan membawa mainan apapun kesukaannya ke sekolah. Hanya satu buah mainan, boleh mobil-mobilan, lego, bola, rubik, atau mainan lainnya. Mainan ini akan dipergunakan saat golden time, dimana anak-anak diberikan waktu khusus untuk berinteraksi dengan rekan dan mainan keseukaan mereka.

Tas yang kedua seringnya cm berisi dua barang, yakni school planner, dan buku bacaan yang dipinjamkan dari library sekolah. School planner adalah buku yang berisi jadwal pertemuan dan komunikasi antara sekolah dan siswa. Sebagai contoh, setiap hari orang tua diminta mengisikan komentar, tandatangan atau apapun terkait kegiatan yang berhubungan dengan sekolah. Setiap satu minggu sekali sang anak diminta untuk menuliskan/menggambar kegiatan yang berkesan bagi mereka.

Mana yang penting? Tas Punggung atau Book Bag?
Menurut saya yang paling penting adalah book bag. Bila kita lihat lagi, di book bag ada buku bacaaan yang dipinjamkan oleh sekolah. Dalam satu minggu, biasanya sekolah akan mengganti judul yang disesuaikan dengan kemampuan baca kakak. Di rumah, buku ini dibaca setiap hari paling tidak satukali, sedangkan di sekolah, ada kegiatan membaca buku di depan kelas. Tidak setiap hari, tapi kalau book bag tertinggal, bisa dipastikan proses sirkulasi buku bisa terhambat. Ini yang tidak diinginkan oleh pihak sekolah.

Sebentar-sebentar. Buku dan Alat Tulis Kemana Ya?
Di Aberdeen, perlengkapan-perlengkapan tadi sudah disediakan oleh sekolah. Kita sebagai orang tua siswa hanya diwajibkan untuk memastikan anak siap untuk menjalani proses pendidikan. Alat tulis seperti kertas, crayon, pensil, penggaris, dan sebagainya sudah ready dan ada di sekolah. Tidak perlu dibawa dari rumah, ataupun dibawa pulang ke rumah. Dengan sistem ini siswa cukup membawa tas yang ringan-ringan saja.

Lha Cuma Bawa Air Putih? Makannya Bagaimana?
Nah ini hal lain yang istimewa di Aberdeen Scotland. Di sini, makan bagi anak primary 3 ke bawah adalah fasilitas. Makanan-makanan ini disediakan oleh pihak pemerintah kota secara gratis, yang dananya diambil dari pajak rakyatnya. Setiap hari, setidaknya akan tersedia buah-buahan, susu, pudding, kue pengganti pudding untuk snack time.

Selain itu, makan berat juga dihidangkan dari bahan yang fresh. Di Aberdeen, masing-masing sekolah memiliki dapur sendiri yang dipergunakan untuk mengolah bahan-bahan fresh tadi ke dalam menu makanan. Menu yang tersedia sepertinya sudah standar, dan akan diganti setiap satu semester sekali. Ada banyak menu, dimana setiap hari menu makanan akan berbeda dari menu hari sebelumnya.

Di UK, dan Eropa, banyak penduduknya yang memiliki alergy. Pada menu yang disediakan oleh pemerintah kota juga dilengkapi dengan daftar alergi di tiap-tiap masakan. Bila kita lihat gambar di bawah, akan terlihat bahwa masakan tertentu berpotensi mengandung bahan alergen. Di Aberdeen, ada 14 kelompok alergen yang menjadi perhatian pemerintah kota.

Pemerintah kota juga sangat menghargai keyakinan penduduknya. Untuk itu, diawal sekolah, masing-masing siswa diberikan consent form yang harus diisi dan ditandatangani oleh orangtuanya. Isi consent form ini meliputi jenis alergi yang dimiliki siswa, dan makanan-makanan yang diperbolehkan untuk dimakan, termasuk dalam alasan agama. Di setiap harinya pemertintah kota juga menyediakan menu vegetarian, yang bisa menjadi solusi bagi penduduk muslim akan ketersediaan makanan halal.

Alhamdulillah, semoga menginspirasi.

Agung Toto Wibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *