Gambaran Hunian Tinggal di Aberdeen

Sebelum datang ke Aberdeen sempat memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kota. Maklum, ungkapan jiwa orang kampung yang berpetualang ke luar kandang. Sebenarnya Aberdeen bukanlah kota yang teramat besar. Populasinya pun tidaklah padat. Menilik sejarah, kota Aberdeen didirikan pada tahun 1139 dengan populasi berkisar 1000 orang. Kata Aberdeen sendiri berasal dari kata “aber” dan “Don”, yang artinya adalah kota pada muara sungai Don. Saat ini populasi kota ini kurang lebih berada pada kisaran 220.420 jiwa (mungkin lebih). Tidak sampai 1 juta penduduk.

Karakteristik Bangunan

Satu yang khas dari Aberdeen adalah bangunan hunian yang dibangun dari batu granit. Karena alasan inilah Aberdeen mendapat beberapa julukan seperti theĀ Granite City, the Grey City atau juga the Silver City with the Golden Sands. Jadi apabila kita jalan-jalan menelusur kota Aberdeen akan tampak warna abu-abu di kiri dan kanan jalan. Banyak landmark di Aberdeen seperti Castle Gate, atau His Majesty Theatre juga dibangun dengan menggunakan bahan limestone ini. Banyak sekali bangunan-bangunan itu berdiri lebih dari 100 tahun.

Tampaknya dari dulu penduduk kota ini sudah sadar bahwa tidak selalu hunian dibangun secara individu dalam bentuk rumah. Banyak sekali hunian-hunian mirip dengan flat/rumah susun (baca rumah bertingkat – untuk mengurangi stigma negatif rumah susun), dengan satu pintu utama yang berbagi akses masuk utama antar penghuni flat. Sebagai contoh, gambar di atas adalah bangunan 3 lantai (ground, first, dan second floor), dimana terdapat setidaknya enam flat (left dan right di tiap2 lantai) yang tinggal di sana. Sebenarnya ada juga rumah yang berdiri sendiri, namun jumlahnya tidak dominan.

Sependek pengetahuan saya, hampir semua ruangan utama (kecuali kamar mandi) selalu memiliki akses jendela yang besar-besar. Akses ini sangat diperlukan untuk sirkulasi udara. Di musim dingin dengan durasi penyinaran matahari yang singkat, jendela besar memiliki fungsi penting untuk memastikan cahaya matahari menggapai seluruh ruangan. Dalam kondisi darurat, seperti kebakaran, ukuran jendela yang besar juga memudahkan proses evakuasi. Tidak seperti di Indonesia, di kota ini tralis besi belum pernah saya temukan melekat pada jendela hunian tinggal. Barangkali alasannya adalah tralis besi akan menjadikan insecure kondisi darurat.

Akses Jalan

Sependek sepengetahuan saya, hampir seluruh hunian di kota Aberdeen selalu memiliki akses jalan yang bisa dilewati oleh mobil. Jalan itu sendiri dominan memiliki dua lajur untuk dua arah, dan beberapa jalan hanya memiliki satu lajur untuk satu arah.

Kondisi ini memiliki keuntungan tersendiri bagi penduduk dan city council (pemkot :red). Bagi penduduk, sudah pasti mereka merasa mudah dan nyaman dalam mempergunakan jalan. Bagi city councilĀ  mereka dapat dengan mudah memberikan akses layanan kepada masyarakatnya. Akses ini meliputi penyediaan truk pengangkut sampah yang rutin mengambil sampah warga, memastikan ambulan dapat menjangkau semua lokasi warga, dan memberikan akses kepada pemadam kebakaran apabila diperlukan.

Area Resapan Air

Mengingat jumlah penduduk yang tidak padat, tampaknya di semua area hunian menyediakan area resapan air berupa tanah terbuka. Tanah terbuka ini biasanya berupa garden di depan hunian dan/atau taman belakang (backyard). Sepengetahuan saya, secara umum luas tanah terbuka ini setidaknya sama dengan luas bangunan yang didirikan. Kondisi ini akan jelas terlihat apabila kita melihat Aberdeen dari google map, dalam mode satelit.

Semoga menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *