Berburu Buku Bekas di Aberdeen

Bagi teman-teman yang memiliki hoby membaca buku, barangkali di UK(England dan Scotland) adalah surganya. Semenjak tahun kedua (baru sadar :red) saya memiliki hobi unik yakni berburu secondhand books. yah meskipun namanya buku bekas, bila beruntung buku-buku ini masih tergolong bagus (meski kadang engga jg sih). Paling tidak jika ditilik dari sisi harga, buku bekas bisa memangkas (atau menambah) habis pengeluaran membeli buku.

Di mana mendapatkannya?

Secara umum untuk mendapatkan buku bekas yang kita minati, kita bisa mendapatkan di toko secondhand. Semacam Babe atau Rangkas lah kalau di Bandung. Di UK(England dan Scotland) sendiri cukup banyak toko-toko secondhand. Yang membedakan antara Babe/Rangkas dengan secondhand store disini adalah darisisi konsep. Babe/Rangkas lebih ke profit oriented. Kalau kita melihat harga-harganya masih dikisaran 50-80% dari harga barang baru. Wajar kali ya, karena di Babe/Rangkas juga biasanya mereka mendapatkan barang-barng tersebut dari membeli.

Konsep yang diusung oleh secondhand shops di UK adalah konsep reuse dan charity. Sebenarnya barang yang dijual di secondhand shops ada beragam. Mulai dari kursi, meja, boneka, baju, jaket, sepatu, alat-alat dapur, hingga gordenpun ada. Namun bagi kami (anak-anak jg suka), yang menarik adalah buku-buku yang disudutkan oleh secondhand bookshop (literally disudutkan coz letaknya biasanya paling pojok). Barang-barang ini biasanya didapatkan oleh toko dari pemilik lama dengan cara disumbangkan. Si toko untung karena mereka tidak perlu membeli, sedangkan si pemilik sebelumnya untung karena rumah mereka menjadi lega. Transaksi ini jelas terlihat konsep reusenya, dimana barang sesedikit mungkin tidak berujung di tempat sampah, namun sebisa mungkin dipergunakan kembali.

Konsep charity lebih wow lagi. Keuntungan yang didapat dari hasil penjualan biasanya disumbangkan untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Sebagai contoh toko-toko yang sering kami kunjungi adalah Shelter, Bernados (dengan slogannya belief in children), Cat Protections, British Heart Foundation, Cancer Research, dan masih banyak lagi. Toko-toko tersebut biasanya disebut dengan charity shop. Uang yang didapat oleh charity shop mungkin sebagian diberikan kepada volunteer, namun sebagian besar akan pergi ke kegiatan kemanusiaan sesuai dengan tema masing-masing organisasi tempat charity shop bernaung.

Apa saja koleksi mereka?

OK, kembali ke pokok bahasan kali ini yakni buku. Di Aberdeen khususnya, koleksi buku yang mereka tawarkan sebenarnya beragam. Mengingat buku-buku yang didonasikan ke charity shop adalah rak dari berbagai penduduk di Aberdeen maka sudah dapat dibayangkan kalau jenis buku yang ditawarkan pun sangat beragam. Mulai dari buku balita, anak-anak, novel, astronomi, art, memasak, geografi, travelling, ensiklopedia, hingga buku pelajaran universitaspun ada.

Buku Mana yang Diburu?

Di awal-awal hobi ini ditekuni, bagi kami jelas buku anak yang menjadi target utama. Buku-buku seperti cerita Ginger Bread-man, Rapunzel, The Wizzard of Oz, Mr Man, Little Miss, dan buku-buku semacamnya sering masuk ke backpack kami setelah dibeli. Alhamdulillah anak-anak suka melihat gambarnya, dan kakak juga suka bisa membaca. Setelah kejadian pertama itu (maksudnya membeli :red), bed time story sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan (baca: menghebohkan) di keluarga kami.

Buku lain yang juga sering kami beli adalah jenis ensiklopedia. Kakak suka membaca buku-buku ini. Pernah suatu ketika saat saya dan kakak di warung makan, kakak pengen cepat-cepat menghabiskan makanannya dan membaca ensiklopedia yang baru saja dibeli. Tak tanggung-tanggung hampir setengah jam sejak membaca saya ajak pulang masih belum mau. Yah nasib bapakny suruh nungguin.

Novel dan cerita remaja juga menjadi favorit kami, disamping buku tentang wild life, ataupun astronomi.

Berapa Harganya?

Sebenarnya tergantung keberuntungan. Di awal-awal hoby ini kami lakukan, kami masih belum mengetahui charity shop mana yang menjual buku dengan harga murah. Saat itu kami sering ke Oxfam (toko yang spesialis buku secondhand). Kisaran harga antara 1 pound untuk buku anak hingga 3-5 pound untuk novel/ensiklopedia. Kalau dirupiahkan mungkin sekitar 17rb-100rb. Lumayan lah.

Seiring dengan berjalannya waktu, kami menemukan bahwa ada dilokasi-lokasi lain yang menjual buku lebih murah. Sebagai contoh di Shelter saat itu menemukan 0.5 pound untuk satu buku anak. Betapa riang setelah mengetahui ada toko lain (Bernados) yang menjual 4 buku dengan harga 0.99 pound.  Alhamdulillah, setelah itu lemari baju berubah menjadi rak buku :D.

Novelpun kisaran harganya hampir sama. Range antara 0.20 pound, hingga 1.5pound. Jadi kisaran perbuku antara 5 ribu hingga 30 rb.  Alhamdulillah seneng rasanya membeli membaca buku.

Buku Favorite?

Nah kl yang ini jawaban saya, kakak, dan adik berbeda. Ayah suka buku-bukunya Roal Dahl, disamping buku-buku Dan Brown. Buku lain yang ayah suka adalah Mr Men Library, sama Little Miss. Judul spesifik dari Roal Dahl: Matilda. Kakak suka buku-buku ensiklopedia, sedang adik suka buku Thomas and Friends.

Duh pengen rasanya di Indonesia juga ada toko buku bekas yang friendly seperti di sini (eh ada ga sih? minta info dong).  Saat ini kami masih senang membeli buku-buku tersebut. Masih belum tau bagaimana memboyong buku-buku itu ke Indonesia, tapi ah tau ah, difikir nanti :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *