Berteduh dari Hingar-bingar Sosial Media

Sudah menjadi rahasia bahwa Facebook adalah candu bagi kita semua. Emosi kita bak dimainkan oleh dinding ratapan orang lain, candaan, gurauan, bahkan hasutan untuk membenci sesama kita. Jika boleh jujur untuk menjawab pertanyaan apakah kita kecanduan membuka media ini? Barangkali saya akan katakan iya. Saya yakin sebagian besar teman-teman juga akan setuju. Mesin penyaji yang facebook miliki barangkali tau betul bagaimana mengaktifkan enzim dophamin kita.

Mesin penyaji ini dalam bidang yang saya tekuni dikenal dengan sistem -pemberi- rekomendasi (recommender system). Mesin ini bekerja dengan memperhatikan hal-hal yang kita suka (melalui emosi like, love, dan sebagainya) ataupun hal yang kita perhatikan seksama (tonton, berikan komentar dan sebagainya). Mereka mengolah data-data tersebut untuk mencari ‘informasi’ sejenis yang akan menenggelamkan kita dari kehidupan dunia nyata.

A. Efek Sosial Media
Sosial media bagaikan pisau bermata dua. Banyak orang yang bisa mendapatkan dana, ataupun pelajaran berharga. Dan tidak sedikit pula yang tenggelam, tergoda, ataupun dihina. Barangkali dophamin telah memanipulasi diri kita, dari yang tadinya ‘tekun’ menjadi ‘acuh’, atau juga sebaliknya.

Khusus warga negara Indonesia, tidak lama kita akan menyentuh tahun demokrasi. Kita akan memilih kepala baik itu kepala daerah ataupun kepala negara. Mungkin sebagian dari kita ingat fakta bahwa diperiode sebelumnya banyak di antara kita yang saling membenci. Saling menyematkan gelar yang bahkan kita sendiripun tidak mau menerimanya. Saya ingat di periode sebelumnya saya pribadi pernah di’kafir’kan karena saya ungkapkan siapa pilihan saya kala itu. Namun otak ini masih sadar bahwa mungkin dia hanya terlena.

Tidaklah bijak bila kita jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya (atau ketiga, keempat). Tahun ini dan tahun depan saya bisa membayangkan bahwa akan datang suatu masa dimana badai berita jauh lebih utama dibanding kehidupan sekitar kita. Saya perkirakan banyak dari konsumen dunia maya akan terhempas pikiran, dan emosinya untuk beradu argumen. Boleh saja memang, tapi mungkin tidak bagi kita yang ingin sedikit berteduh dari itu semua.

B. Bagaimana Mereka Bekerja?
Sebelum saya jabarkan dimana kita harus berteduh, ada baiknya ktia memahami bagaimana angin itu berhembus. Di dunia sistem rekomendasi ada berbagai teknik yang umum dipergunakan untuk merekomendasikan barang (bisa foto, video, teks, lagu dan sebagainya), diantaranya adalah kolaborasi antar sesama (collaborative filtering), melihat deskripsi (content based filtering), dan melihat kondisi pengguna (context based filtering). Secara gampang untuk menawarkan kolaborasi antar sesama bisa digambarkan sebagai: kalau teman-teman saya menyenangi “Metallica” (jadi ketahuan umur berapa deh), maka bisa jadi saya akan suka “Metallica”. Sedangkan dengan melihat deskripsi dapat diilustrasikan sebagai: kalau saya suka Metallica bisa jadi saya suka “Gun N’ Roses”. Di bagian ketiga, dengan melihat kondisi pengguna barangkali sistem rekomendasi bisa menentukan bahwa dijam saat saya mulai bekerja “Sweet Child O’ Mine” ataupun “November Rain” sangat cocok bagi saya.

C. Bagaimana Saya Berteduh?
Sebagai penjelas, yang saya maksud berteduh ini adalah bagaimana memanipulasi sistem rekomendasi agar dia menyodorkan barang berbeda kepada kita. Barangkali mesin dibalik facebook akan menyadari suatu hari, tapi ada baiknya bila saya (dan anda -yang tertarik-) coba. Namanya juga berteduh, bukan untuk menginap atau bermukim. Jadi boleh lah kalau sekali-kali kita tidak dikenali. Anggap kita lagi menyamar sebagai agen rahasia.

Dalam dunia sistem rekomendasi, sang ‘munafik’ (mohon maaf bila saya mempergunakan kata ini) adalah juara dalam berteduh. Kami menyebut orang ini sebagai gray sheep, dimana dia entah dengan sengaja atau tidak memberikan infomasi yang tidak konsisten kepada mesin pemberi rekomendasi. Untuk menjadikan diri kita ‘munafik’ di bidang sosialita, ada berbagai ide yang muncul di kepala saya, diantaranya:
a. Jikalau kita suka terhadap sesuatu, dan itu berkaitan dengan hingar bingar, usahakan untuk menghindar. Scroll secepat mungkin, dan jangan kembali. Berlagak bosan lah dengan informasi itu.
b. Berkolaborasi dengan orang-orang yang suka bertapa. Cari teman-teman anda yang menyajikan data berbeda dan buka profilnya beberapa kali. Iseng-iseng kepo, dan jangan lupa bertutur sapa. Chatting tidak ada salahnya, atau sekedar bertukar kabar yang siapa tau malah bisa memberi peluang bisnis. OK kan?
c. Cari informasi-informasi berguna baik dari mesin pencari ataupun dari facebook itu sendiri. Saya meyakini facebook juga membaca riwayat pencarian kita. Jadi, baca berita-berita yang melebarkan belahan otak lain dari kekuatan otak anda. Sebagai contoh buka tentang cara menggambar, hobi memasak, permainan kartu, atau bahkan olahraga sekalipun. Atau sebaliknya, bila kita jago menggambar, sekali-kali baca tentang bagaimana bumi diciptakan, jenis-jenis hewan, siapa menemukan apa, atau yang lainnya. Intinya adalah jauhi badai berita.
d. Buka gambar-gambar yang menyegarkan mata seperti pemandangan dan panorama, atau video tentang bagaimana sesuatu bekerja. Dengarkan musik melalui mesin pencari mereka, dan sesekali gerakkan pointer mouse ke jendela mereka.
e. Yakinkan mereka bahwa kita sedang menyukai informasi-informasi ini. Jangan sungkan menekan tombol like atau love berkali-kali untuk berita yang tidak berada di pusara. Seperti video tentang Jack Ma si pemilik Alibaba mungkin. Atau mungkin drama korea dan hal-hal yang berbau Dilan-da asmara-.

D. Haruskah saya ganti waktu bekerja?
Untuk yang satu ini saya sarankan jangan. Disadari atau tidak mereka sudah mengantongi aktivitas harian kita. Saya meyakini mereka memanfaatkan fitur GPS dari handphone kita, dan mencatat dimana dan kapan saja kita berada. Bekerja normal, seperti biasa. Namun bila memungkinkan, kurangi interaksi dengan mereka. Untuk sementara kurangi paket data, biar gak online terus.  just kidding

Semoga bermanfaat untuk menjaga diri dan hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *